Dolar terus merosot terhadap mata uang utama lainnya pada hari Kamis setelah mengalami kegagalan rally saat rilis data ekonomi kemarin.

Volume perdagangan diperkirakan akan tetap menipis selama minggu terakhir tahun ini. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, turun 0,24% ke 92,44 pada pukul 16.44 WIB.

Pada hari Rabu laporan ekonomi yang bervariasi membuat dolar tidak berubah. Penjualan rumah naik 0,2% bulan ke bulan, dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 0,4%, menurut National Association of Realtors. Sementara itu, perkiraan kepercayaan konsumen Conference Board jatuh ke 122,1 pada bulan Desember dari pembacaan revisi 128,6 di bulan November, meleset dari perkiraan ekonom dengan pembacaan 128.

Dolar mendekati level terendahnya terhadap loonie sejak 23 Oktober, dengan USD/CADjatuh 0,37% ke 1,2609. Greenback juga melemah terhadap yen Jepang, di mana USD/JPYturun 0,34% menjadi 112,81.

Di tempat lain, euro meningkat dengan EUR/USD naik 0,32% menjadi 1,1933. Pada hari Kamis Bank Sentral Eropa merilis buletin ekonomi untuk bulan Desember, dan mengatakan bahwa zona euro sedang berkembang dan inflasi diperkirakan akan meningkat secara bertahap.

Sterling juga terdongkrak lebih tinggi, di mana GBP/USD beranjak di 1,3447, naik 0,34% dari sebelumnya.

Sementara dolar Australia dan Selandia Baru tetap lebih kuat, AUD/USD bertambah 0,35% diperdagangkan pada 0,7793, sementara NZD/USD melonjak 0,41% menjadi 0,7083.